huseinisme

20.10.07 - 3:00 AM

Merah Putih Itu

Percakapan sore hari tadi antara lima orang alumni cukup alot. Dua orang berada di Kuala Lumpur, satu di Bandung, satu di Bogor dan satu di Jambi. Terpisah jarak namun kami punya tujuan diskusi yang sama: pergerakan menuju perbaikan. Iya, sekolah yang telah kami tinggalkan setengah tahun yang lalu, sekolah tempat kami berjuang keras mengadapi Ujian Nasional dulu, sekolah yang telah mengantar kami sampai ke bangku kuliah, sekolah yang penuh kenangan indah, sedang butuh perbaikan. Walau mereka bilang tidak ada apa-apa dengan sekolah ini, tapi itu lah yang kami pandang.

Iya, gue juga nggak mau kampanye atau menghasut yang lain untuk ikut pergerakan ini. Sudah cukup gue (dan temen gue) berkampanye, dipanggil oleh kepala sekolah, dan kecewa karena beliau ingkar terhadap janjinya. Yang jelas, kami nggak akan berpandangan seperti ini kalau bukan karena keluhan dari adik2 kelas kami.

Sebenernya gue udah males banget untuk peduli lagi dengan semua ini, secara apa2 yang terjadi di sekolah itu ga bakal ng-efek sama gw. Sampe gue pernah bilang sama temen gue itu, "aku mau berhenti politik lah, males ngurusin sekolah tu, mendingan kuliah trus bisnis!". Politik? Iya, buat gue ini layaknya politik dan seperti yang temen gue bilang politik itu kotor.

Gue bertanya lagi ke diri sendiri, apa sepenuhnya bener politik itu kotor? Mungkin kita sudah muak melihat headline2 di detik.com yang ga habis2nya berbicara soal korupsi, para penguasa yang tidak becus dan beragam masalah lainnya. Lalu ngerubah mindsetkita sehingga menganggap bahwa pemerintah ga pernah bener, ga ada yang bener2 bersih, ga ada yang mikirin rakyatnya.

Ketika gue ditanya sama temen lama gue, "lo suka politik juga?", gue jawab "iya gue suka politik, tapi politik yang mensejahterakan". Dia tersenyum, ternyata dia juga punya alasan yang sama. Dari situ gue yakin, kita masih bisa berpolitik dengan benar, yang kembali kepada tujuan asalnya: mensejahterakan orang yang dipimpin.

... dan kalian-kalian yang lagi baca ini adalah generasi Indonesia baru, yang sadar bahwa setiap yang kita punya adalah amanah, termasuk kepemimpinan kita :)

Maka dari itu, hari ini gue bulatkan hati untuk kembali peduli terhadap almamater. Bukan untuk menghina, menghujat atau menjatuhkan mereka yang (kami anggap) salah, tapi sebuah perbaikan bersama.

Satu saja alesan gue, karena gue nggak mau kebobrokan yang terjadi di negeri kita terjadi juga di sebuah miniatur bangsa yang diharapkan bisa jadi bibit-bibit perubahan untuk masa depan.

Mungkin terlalu muluk, tapi kita mau diem aja ketika melihat merah putih itu mulai memudar warnanya?

Foto - Upacara bendera di sekolah dulu, giliran angkatan gue yang bertugas. Gue seneng banget bisa ikutan *ntuu yang paling blakang*. Udah dua kali gue tugas Paskibra gini, yang pertama pas SMP, sedihnya benderanya malah kebalik dan sangat memalukan. Nah, yang ini sukses besar, makanya gue seneng! Jadi kangen masa2 SMA. Hehehe.
Foto diambil oleh Ridho *sukses dho di ITB, jadi insinyur yang hebat!* dicomot dari blognya si Rheza *woi cepet balik!*